Oleh: Miftahul Mujayidin

RAMAKARU.COM -“jalani hidup, tenang tenang tenanglah seperti karang, sebab persoalan bagai gelombang, tenanglah tenang tenanglah sayang”, begitulah kata Iwan Fals.

Siapa sih yang tak kenal Iwan Fals? nama yang sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Apalagi bagi para penggemarnya yang sering diserukan dengan panggilan Oi, Iwan Fals sudah sangat melekat dalam benak mereka lewat lirik yang Iwan ciptakan, atau bahkan sampai berpengaruh dalam perilaku keseharian penggemarnya.

Kita awali dengan sekilas biografi Iwan Fals. Terlahir dengan nama asli Virgiawan Listanto, Iwan lahir pada tanggal 3 september 1961 di Jakarta, dari pasangan Lies dan Haryoso. Umur Iwan terhitung persis 57 tahun di tanggal 3 september 2018 mendatang. Iwan dengan umur 57 tahun, tentu telah menjadi saksi pergerakan sejarah Indonesia. Iwan terlahir di awal kemerdekaan Indonesia yang masih terbilang muda. Tahun 80-an Iwan mulai mencoba mencari jati diri melalui musik, gitar tentu menjadi teman sejati dalam kesehariaanya.

Tak perlu panjang lebar menceritakan dan menjelaskan biografi Iwan Fals, karena pasti banyak yang mengenal dengan sosok Iwan. Apalagi dunia maya saat ini sudah di –Tuhan- kan untuk menggali segala informasi yang sudah lampau bahkan sampai yang terkini. Namun ada beberapa hal yang sangat menarik dari sosok Iwan Fals, dirasa perlu untuk saya tulis kali ini, yaitu tentang musik dan pengaruhnya. Secara umum musik sebagai bahasa universal, siapapun dapat menikmati. Begitu banyak genre dan macam musik di dunia, khususnya di Indonesia, tetapi entah kenapa musik yang dibawakan oleh Iwan Fals memiliki daya tarik yang berbeda untuk saya. Ketika musik yang dibawakan Iwan dianggap sebagai musik yang biasa-biasa saja, tentu tidak mungkin sampai memiliki penggemar yang sangat banyak dari segala penjuru daerah di Indonesia.

Menurut pengamatan saya selama ini dapat dibilang bahwa penggemar Iwan adalah sebagai satu-satunya penggemar yang dilegalkan sebagai ORMAS yaitu Oi (Orang Indonesia). Oi terbentuk dari berbagai tingkatan yaitu ada Badan Pengurus Pusat (BPP) yang mengakomodir di tingkat nasional, selanjutnya di tingkat wilayah atau provinsi disebut Badan Pengurus Wilayah (BPW), begitu juga ada dari tingkatan kota yaitu Badan Pengurus Kota (BPK), dan yang ditingkatan paling bawah yaitu Badan Pengurus Kelompok (BPKel). Selain itu, satu yang menjadi legalitas sebagai ORMAS adalah Oi memiliki atauran yang selanjutnya disebut sebagai AD/ART (Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga) sebagai payung hukum dari Oi itu sendiri. Sungguh sudah tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah orang di Indonesia yang masuk dalam ORMAS Oi, tentulah sangat banyak jumlahnya, mungkin bisa dibilang hampir separuh lebih dari masyarakat Indonesia masuk didalamnya. Andai kata saja Oi itu dijadikan sebagai partai, mungkin sudah tidak ribet untuk mencari kader dan regenerasinya, karena mulai dari yang tua, remaja, muda, hingga anak-anak pun masuk didaamnya. Sayangnya Oi tidak seperti itu, Iwan sudah mendeklarasikan bahwa terbentuknya Oi tidak untuk terjun di dunia politik atau bahkan menjadi partai.

Iwan Fals melalui lagu-lagu yang dinyanyikannya, Iwan berupaya untuk memberikan pesan kepada pendengar dan penggemarnya tentang suatu keadaan masyarakat yang timpang. Melalui bahasa yang sederhana Iwan menyuarakan aspirasi dari masyarakat lapisan bawah. Lewat lagu-lagunya, Iwan memotret suasana sosial kehidupan Indonesia. Era 90-an dimana banyak orang dibungkam dengan kebijakan kepemerintahan saat itu, yang terjadi adalah bagi mereka (masyarakat) yang menentang pemerintahan saat itu akan dijadikan musuh oleh pemerintah. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang berfikir apatis atas kebijakan yang diambil oleh pemerintah saat itu. Namun yang menarik disini adalah masih ada orang-orang yang mempunyai sikap kritis dari kesewenang-wenangan yang terjadi saat itu. Banyak dari berbagai kalangan seperti penyair, musisi dan lain sebagainya yang mampu menyuarakan kritik dan aspirasi mereka melalui karya masing-masing. Begitupun Iwan Fals lewat lagu yang Ia ciptakan dan nyanyikan ikut menyuarakan kritik dan aspirasinya dengan realita yang terjadi pada saat itu. Tidak perlu saya sebutkan semua lagu yang menggambarkan tentang kritik Iwan terhadap pemerintahan saat itu. Lewat dua lagu yang menjadi lagu legendaris dan masih sangat melekat saat ini di telinga penggemarnya dan masyarakat Indonesia luasnya, yaitu lagu “Bongkar dan Bento” sudah sangat gamlang Iwan menyampaikan pesan dengan bahasa yang sederhana dan mudah untuk dimengerti. Dari sekian banyak lagu yang Iwan ciptakan, namun dua lagu tersebut menjadi bukti konkrit bahwa Iwan tidak bersikap apatis dengan realita yang terjadi pada saat itu. Walaupun banyak tekanan yang dialami oleh Iwan dari berbagai pihak, namun Iwan bersama Setiawan J, Sawung Jabo, WS. Rendra dan lain-lain tetap teguh dalam visinya untuk tetap menyuarakan yang menjadi aspirasi dari masyarakat.

Berbagai tulisan baik dalam bentuk artikel, skripsi, bahkan buku telah banyak yang menulis tentang Iwan Fals. Berbagai sudut pandang telah banyak yang menulis tentang biografi, perjalan ataupun pengaruh dari Iwan Fals. Begitu juga saya yang menjadi penggemar lewat lagu yang Iwan ciptakan bisa membantu dalam kelulusan S-1 saya di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember. Saya mencoba menulis skripsi yang berjudul “Marginalitas dalam Lirik Lagu Iwan Fals Album SWAMI I Suatu Pendekatan Resepsi Sastra”. Berawal dari tantangan senior di salah satu organisasi ekstra kampus yang bilang kepada saya “jika hanya menjadi penggemar Iwan saja tanpa mampu menulis tentang Iwan, ya sama saja dengan omong kosong”, dari situlah saya tertantang untuk menulisnya. Walaupun pada awalnya meyakinkan dosen pembimbing agar saya bisa menulis tentang lirik lagu Iwan itu sangat sulit. Namun, pada akhirnya menjadi satu kebanggan tersendiri bagi saya yang mampu menyelesaikan skripsi dengan menulis Iwan Fals dan lirik lagunya. Tetapi saya tetap butuh saran dan kritik dari teman-teman untuk kesempurnaan skripsi saya, karena saya sadar skripsi yang telah saya tulis masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu teman-teman bisa menemukan dan membaca skripsi saya di perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya dan perpustakaan pusat Universitas Jember. Jangan lupa setelah membaca dikembalikan ke tempatnya dan saya tunggu sarannya.

Sebenarnya sedikit tulisan yang saya buat kali ini, hanyalah ingin menyampaikan rasa terimakasih saya terhadap Iwan Fals. Karena berkat lagu-lagu yang Iwan ciptakan saya banyak belajar tentang kehidupan dan yang paling penting terimakasih atas lagu ciptaanmu yang membantu dalam kelulusan sarjanaku. Untuk kalian yang punya idola ataupun fans kepada siapapun, jangan setengah-setengah atau ikut-ikutan dengan teman lainnya. Jadikan idolamu mampu membuat kepribadian dalam hidupmu lebih baik dan baik lagi. Jadikan motivasi dalam perjalanan hidupmu, karena motivasi hidup itu bisa dari siapa saja, tergantung kalian bagaimana cara menyikapinya.